Bantuan Kesehatan untuk Korban Asap Karhutla Kalteng

BAZNAS DKI menggerakkan program Napas untuk Negeri bagi korban asap karhutla di Kalimantan Tengah. Ini dampak kesehatannya dan bantuan yang paling dibutuhkan.

Ketika kebakaran hutan dan lahan melanda, perhatian publik sering tertuju pada api dan lahan yang hangus. Padahal bagi warga di sekitarnya, bahaya yang paling terasa sehari-hari justru datang dari udara: asap pekat yang masuk ke rumah, ke sekolah, dan ke paru-paru. Di Kalimantan Tengah, kondisi inilah yang mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi DKI Jakarta menggerakkan operasi kemanusiaan bertajuk Napas untuk Negeri, yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 6 November 2026 dengan pusat kegiatan di Palangka Raya.

Program ini menargetkan sedikitnya 1.500 jiwa penerima manfaat langsung. Sebelum program utama diberangkatkan, BAZNAS telah mengirimkan bantuan logistik dan menerjunkan sepuluh relawan atau amil dalam dua tahap. Tugas awal mereka adalah memetakan kondisi lapangan dan mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak warga, supaya bantuan yang datang benar-benar menjawab kebutuhan, bukan sekadar dugaan dari jauh.

Mengapa asap karhutla begitu berbahaya bagi kesehatan

Asap kebakaran hutan mengandung partikel halus yang mudah terhirup jauh ke dalam saluran pernapasan. Bagi orang dewasa yang sehat, paparan ini bisa menimbulkan batuk, mata perih, dan sesak ringan. Bagi kelompok rentan, dampaknya jauh lebih serius. Itulah sebabnya program Napas untuk Negeri menempatkan balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sudah mengalami gangguan pernapasan sebagai kelompok prioritas penerima bantuan.

Skala dampaknya terlihat dari data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dipublikasikan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hingga 21 Oktober 2026, tercatat 333.470 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap karhutla di 68 kabupaten atau kota pada tujuh provinsi prioritas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75.172 kasus dialami anak usia nol hingga lima tahun, sedangkan kelompok lanjut usia berusia 60 tahun ke atas tercatat sebanyak 49.680 kasus. Laporan yang sama mencatat 10 korban meninggal dunia, termasuk warga terdampak dan petugas pemadam, serta 349 korban luka-luka, dengan pemantauan titik panas yang mencakup 81 kabupaten atau kota.

Angka-angka itu menjelaskan mengapa bantuan untuk korban karhutla tidak bisa berhenti pada sembako semata. Ketika ratusan ribu orang mengalami gangguan pernapasan, yang dibutuhkan adalah layanan kesehatan yang menjangkau mereka.

Empat bentuk bantuan yang disiapkan

Dalam operasi ini, BAZNAS menyiapkan empat program utama dengan total alokasi anggaran sebesar Rp223.442.500. Program pertama adalah Rumah Sehat Oksigen, yaitu tempat pemulihan dengan udara tersaring menggunakan teknologi penyaring HEPA. Fasilitas ini dilengkapi unit medis, tabung oksigen, alat nebulizer, kipas penyejuk, serta tempat tidur pasien, dan dipusatkan di satu lokasi di Palangka Raya dengan kapasitas 500 penerima manfaat. Bagi warga yang sesak napasnya memburuk, ruang dengan udara bersih seperti ini bisa menjadi penolong pertama sebelum mereka mendapat perawatan lanjutan.

Program kedua adalah Layanan Home Visit Medis. Tim medis bekerja sama dengan seorang dokter spesialis anak mendatangi langsung rumah warga, khususnya mereka yang kesulitan mengakses layanan kesehatan akibat paparan asap. Layanannya meliputi pemeriksaan saturasi oksigen dan kondisi kesehatan, terapi nebulizer bagi penderita ISPA atau sesak napas, serta pemberian obat dan vitamin. Program ini menargetkan 100 keluarga atau sekitar 400 jiwa, dan kehadirannya penting karena tidak semua warga yang sakit mampu atau sempat datang ke fasilitas kesehatan, terutama lansia dan keluarga dengan balita.

Program ketiga adalah pendistribusian Logistik Paket Keluarga Tangguh. Paket ini berisi biskuit, susu steril, susu, vitamin C, Caviplex, serta masker KN95 atau masker medis. Isinya dirancang untuk dua tujuan sekaligus: membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan menjaga daya tahan tubuh mereka di tengah paparan asap yang belum sepenuhnya hilang. Masker yang tepat menjadi bagian penting dari paket ini, karena masker kain biasa tidak cukup menyaring partikel asap yang halus.

Program keempat adalah logistik dan dukungan alat pelindung diri bagi petugas. BAZNAS menyalurkan dua unit mesin pompa Alkon untuk mendukung penanganan titik api prioritas, serta menyiapkan 100 paket alat pelindung diri bagi petugas yang terdiri atas masker respirator beserta isi ulang, kacamata pelindung, sarung tangan keselamatan, dan sepatu bot. Petugas pemadam menghirup asap paling pekat setiap hari, sehingga perlindungan mereka tidak boleh dilupakan.

Membaiknya udara bukan berarti bahaya selesai

Salah satu pesan penting dari operasi ini adalah bahwa membaiknya kualitas udara tidak serta-merta mengakhiri penderitaan warga. Berdasarkan informasi yang diterima BAZNAS, angka kualitas udara di wilayah terdampak sempat berada di kisaran yang sangat tinggi, lalu berangsur turun, dan setelah hujan turun, membaik hingga berada di kisaran 100. Namun kondisi yang membaik itu belum sepenuhnya menjamin masyarakat terbebas dari dampak asap.

Gangguan pernapasan tidak hilang seketika bersamaan dengan cerahnya langit. Anak-anak yang sudah terlanjur mengalami ISPA tetap membutuhkan pengobatan dan pemantauan, lansia dengan riwayat penyakit pernapasan tetap rentan kambuh, dan keluarga yang berhari-hari menghirup asap tetap membutuhkan waktu untuk pulih serta kembali beraktivitas dan mencari nafkah seperti sediakala. Di sinilah bantuan kesehatan lanjutan menjadi penting: bukan hanya pertolongan di puncak krisis, tetapi juga pendampingan pemulihan setelahnya.

Apa yang bisa dilakukan donatur

Bagi masyarakat yang ingin membantu, ada beberapa cara yang tepat sasaran. Pertama, dukung program kesehatan, bukan hanya bantuan pangan. Dana untuk layanan medis, obat, vitamin, masker yang sesuai standar, dan perlengkapan petugas adalah kebutuhan nyata yang sering luput dari perhatian donatur.

Ketiga, selalu periksa kanal resmi sebelum berdonasi. BAZNAS dalam program ini mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui platform SimpulKebaikan.id, dengan periode penggalangan dana hingga 30 November 2026, dan donasi juga dapat disalurkan melalui tautan s.id/daruratoksigen. Prinsip yang sama berlaku untuk bantuan apa pun: pastikan nama lembaga, alamat situs, dan rekening tujuan berasal dari pengumuman resmi lembaga tersebut, bukan dari pesan berantai yang tidak jelas sumbernya. Kehati-hatian ini melindungi niat baik Anda dari pihak yang memanfaatkan bencana untuk penipuan.

Keempat, jika Anda berada di wilayah terdampak asap, lindungi diri dan keluarga dengan cara yang sederhana namun penting: batasi aktivitas luar ruangan saat asap pekat, gunakan masker yang memadai, tutup ventilasi rumah sebisa mungkin, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika batuk, sesak, atau iritasi mata tidak kunjung membaik, terutama pada anak dan lansia.

Bencana karhutla mengingatkan kita bahwa bantuan kemanusiaan tidak hanya soal memadamkan api, tetapi juga soal menjaga napas warga yang hidup di balik asap itu. Satu paket masker, satu kunjungan medis ke rumah, atau satu ruang dengan udara bersih bisa menjadi perbedaan antara keluarga yang pulih dan keluarga yang terus menderita dalam diam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu program Napas untuk Negeri dari BAZNAS DKI?

Program tanggap darurat BAZNAS DKI pada 30 Oktober hingga 6 November 2026 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang memfokuskan bantuan pada kesehatan warga terdampak asap karhutla.

Siapa yang menjadi prioritas penerima bantuan karhutla ini?

Balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang mengalami gangguan pernapasan, karena kelompok ini paling rentan terhadap dampak kabut asap.

Berapa banyak warga yang ditargetkan menerima manfaat program ini?

BAZNAS DKI menargetkan sedikitnya 1.500 jiwa menerima manfaat langsung dari empat program yang disiapkan dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Bagaimana cara berdonasi untuk korban karhutla lewat jalur resmi?

BAZNAS membuka penggalangan dana melalui platform SimpulKebaikan.id hingga 30 November 2026, dan masyarakat diimbau selalu memeriksa kanal resmi lembaga sebelum berdonasi.

Mengapa bantuan kesehatan tetap dibutuhkan meski kualitas udara membaik?

Karena paparan asap dapat meninggalkan gangguan pernapasan yang perlu pemulihan, sehingga warga tetap membutuhkan pemeriksaan, obat, dan dukungan kesehatan setelah udara membaik.

Referensi

#karhutla#bantuan-kesehatan#kalimantan-tengah#baznas#donasi-kemanusiaan

Artikel Lainnya