
Usianya Baru 6 Tahun, Vanie Harus Berjuang Melawan Penyakit Hirschsprung. Mari Bersama Bantu Perjalanan Pengobatannya!
Di usia ketika anak-anak lain menikmati masa kecil dengan bermain, bersekolah, dan tertawa bersama teman-temannya, Vanie Aulia (6 tahun) harus menjalani perjuangan yang tidak mudah.
Bocah kecil asal Kampung Pasir Angin, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ini tengah berjuang melawan penyakit Hirschsprung, yaitu kelainan pada usus besar akibat tidak terbentuknya sel saraf tertentu, sehingga mengganggu proses buang air besar.
Kondisi tersebut membuat Vanie harus menjalani serangkaian pemeriksaan, perawatan, hingga tindakan operasi demi mendapatkan kesempatan hidup yang lebih sehat.
Perjuangan Kecil Vanie untuk Sembuh
Pada Rabu, 16 September 2026, Vanie telah menjalani tindakan pertama berupa biopsi di RSUD R. Syamsudin, S.H. (Bunut), Kota Sukabumi.
Setelah menjalani tindakan tersebut, Vanie kembali melakukan kontrol pada Jumat, 25 September 2026.
Perjalanan menuju rumah sakit bukanlah hal mudah bagi keluarganya. Sang ibu, Ai Nuraeni (43 tahun) , harus membawa putrinya menempuh perjalanan dari Cugenang, Cianjur, menuju Sukabumi sejak pagi hari.
"Saya berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 WIB pagi. Alhamdulillah, tiba kembali di rumah sekitar pukul 18.00 WIB," tutur Ai Nuraeni.
Bayangkan, hampir seharian waktu harus dihabiskan seorang ibu untuk mendampingi buah hatinya mendapatkan pengobatan.
Bukan hanya tenaga dan waktu yang terkuras, tetapi juga biaya perjalanan serta kebutuhan selama mendampingi Vanie menjalani pengobatan.
Operasi Kedua Menanti Vanie
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan kontrol sebelumnya, dokter telah menjadwalkan tahapan pengobatan lanjutan:
• Senin, 26 Oktober 2026: Kontrol kedua.
• Selasa, 27 Oktober 2026: Persiapan dan pemeriksaan anestesi.
• Rabu, 28 Oktober 2026: Rencana tindakan operasi kedua.
Seluruh rangkaian tersebut dijadwalkan berlangsung di RSUD R. Syamsudin, S.H., Kota Sukabumi.
Menjelang operasi, dokter berpesan agar kondisi kesehatan Vanie tetap stabil dan kebutuhan nutrisinya diperhatikan.
Di tengah kekhawatiran akan kondisi putrinya, Ai Nuraeni terus berusaha memberikan pendampingan terbaik.
Biaya Pengobatan Ditanggung BPJS, tetapi Perjuangan Keluarga Belum Selesai
Meski biaya tindakan medis Vanie ditanggung melalui BPJS Kesehatan, masih terdapat berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi keluarganya.
Mulai dari ongkos transportasi pulang-pergi Cianjur–Sukabumi, biaya makan selama mendampingi pengobatan, kebutuhan sehari-hari Vanie, hingga kemungkinan kebutuhan tempat tinggal sementara apabila harus berada di sekitar rumah sakit.
Bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, pengeluaran tersebut menjadi beban tersendiri.
Sebelumnya, keluarga Vanie telah mendapatkan perhatian dan bantuan dari pihak Kecamatan Cugenang, Pemerintah Desa Gasol, serta kader Posyandu.
Bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarga. Namun, perjalanan pengobatan Vanie masih membutuhkan dukungan hingga seluruh tahapan perawatan selesai.
Harapan Seorang Ibu untuk Kesembuhan Putrinya
Di balik perjuangan Vanie, ada seorang ibu yang terus berharap agar putrinya dapat kembali menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya.
"Semoga ke depannya ada yang membantu dan meringankan kebutuhan anak saya sampai selesai menjalani pengobatan. Saya hanya ingin anak saya sehat dan bisa menjalani kehidupannya seperti anak-anak lainnya."
Ai Nuraeni, Ibunda Vanie Aulia
Harapan itu sederhana. Ia tidak meminta kemewahan. Ia hanya ingin melihat buah hatinya tumbuh sehat, tersenyum, bermain, dan menjalani masa kecil tanpa terus dibayangi rasa sakit.
Mari Menjadi Bagian dari Perjuangan Vanie!
Melalui aksi kemanusiaan ini, Yayasan Energi Relawan Indonesia (ERI) mengajak seluruh masyarakat, para dermawan, komunitas, serta berbagai pihak untuk bersama-sama membantu meringankan beban keluarga Vanie.
Donasi yang terkumpul direncanakan untuk membantu:
1. Biaya transportasi Vanie dan pendamping dari Cianjur menuju rumah sakit di Sukabumi.
2. Biaya konsumsi dan kebutuhan pendamping selama pemeriksaan, operasi, dan kontrol.
3. Kebutuhan nutrisi serta perlengkapan harian Vanie selama masa pengobatan dan pemulihan.
4. Kebutuhan penunjang lainnya yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, sesuai kondisi dan kebutuhan yang terverifikasi.
Tidak harus menunggu memiliki banyak untuk bisa membantu.
Donasi Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, atau berapa pun yang diberikan dengan ketulusan dapat menjadi bagian dari dukungan nyata bagi perjalanan pengobatan Vanie.
Mari bersama-sama hadirkan harapan, ringankan beban keluarganya, dan dampingi perjuangan Vanie menuju kesembuhan.
Sebab setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat dan meraih masa depannya.